Selasa, 10 April 2012

Siklus Produksi Siaran/Program Acara Radio Komunitas

Tujuan

Membangun pemahaman pengelola radio komunitas tentang siklus produksi program acara radio komunitas, sehingga mampu membuat program yang baik dan tepat bagi komunitasnya. Setiap bentuk media massa tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, juga halnya radiio. Kecepatan-kemampuan menembus atmosfir – bisa diakses disembarang tempat dengan kesamaan waktu- murah – dan mampu untuk digunakan secara interkatif, adalah sebagian dari kekuatan radio.
Produksi program siaran radio adalah proses mentranfer naskah suara, yang ujungnya menjadi suatu hasil nyata dari sebuah ide. Produksi siaran radio pada dasarnya juga merupakan paduan penciptaan gambar suara dengan rangkaian kata-kata – suara- musik dan sound efek menjadi kesatuan yang utuh yang mampu membangkitkan sugesti, emosi maupun imajinasi pendengarnya. Tentu dalam penciptaan program siaran dituntut pula agar selalu mengindahkan kaidah-kaidah etika keradioan serta etika-etika yang ada dimasyarakat.
Sebelum beranjak memproduksi siaran, setiap pengelola radio harus mengenali dulu karakter dari media radio sekaligus mengenali karakter pendengarnya. Dibanding media lain, radio memiliki karakter khas, yang di dalamnya terkandung kekuatan, sekaligus kelemahan. Kekuatan radio sudah diulas di bagian sebelumnya. Dibalik kekuatannya, radio memiliki sejumlah kelemahan dan keterbatasan. Pengelola radio harus mengenali kelemahan tersebut sekaligus mampu menyusun program siaran yang sesuai dengan sifat radio.
Apa kelemahan radio?
1. Kurang detil
Siaran radio hanya dihantarkan dengan suara. Padahal daya ingat manusia sangat terbatas. Karena itu pendengar tidak bisa menerima seluruh isi siaran yang terlalu panjang..
2. Tidak bisa disimpan (didokumentasikan)
Siaran radio bersifat sekali dengar dan tidak tersimpan oleh pendengar. Sebenarnya penyimpanan tetap bisa dilakukan, tapi butuh banyak biaya, alat dan waktu khusus untuk melakukannya.
3. Selintas, Sulit diingat
Karena sifatnya yang tidak bisa disimpan tersebut, radio hanya mengandalkan daya ingat pendengarnya. Bagaimanapun daya ingat manusia sangat terbatas, sehingga hanya sedikit hal yang bisa mereka ingat dari mendengarkan radio.


Apa saja isi siaran radio?
Isi siaran radio terbagi dua: TUTURAN dan MUSIK yang dikemas dalam berbagai jenis acara, yaitu:
Hiburan
• Musik, Lagu, Iklan
• Kuis, Game, Interaktif
• Sandiwara, Bercerita

Informasi
• Berita Pendek
• Berita Kisah (Feature)
• Berita Buletin

# Gabungan Berita dan Hiburan : INFOTAINMENT


Bagaimana karakter pendengar radio?
• Rentang konsentrasi dengarnya pendek, cepat jenuh
• Dapat beralih cepat perhatiannya oleh gangguan orang atau peristiwa di sekitar radio
• Mudah memutuskan untuk mematikan radio
• Tak bisa menyerap informasi banyak dengan sekali dengar
• Lebih tertarik hal-hal yang mempengaruhi kehidupan mereka, kehidupan teman dan tetangga
Selain itu pendengar radio juga:
• Beragam : Massa, berbeda tempat, jenis kelamin, umur, pendidikan (radio tidak bisa memastikan)
• Pribadi : Mereka menyimak radio secara pribadi, jika isi pesan bersifat pribadi akan mudah dicerna
• Aktif : Bila menarik, pendengar akan aktif berpikir bertanya pada diri sendiri, menginterpretasi
• Selektif : Pendengar sangat teliti dalam memilih stasiun dan acara yang disukainya, mereka tidak fanatis


SIKLUS PRODUKSI PROGRAM SIARAN RADIO MELIPUTI:
1. MENGENALI KEBUTUHAN PENDENGAR
Orang mau mendengarkan radio kalau mereka merasa bahwa radio bisa memenuhi kebutuhan mereka. Maka agar program siaran bisa menjawab kebutuhan pendengar, terlebih dahulu harus diketahui apa kebutuhan pendengar terhadap radio. Apa saja informasi yang mereka butuhkan, apa yang bisa mereka dapatkan dengan mendengarkan atau bersiaran di radio. Caranya bisa dengan mengamati kebiasaan warga menggunakan radio. Bisa juga dengan mewawancarai mereka.


2. MERENCANAKAN PROGRAM
Perencanaan adalah tahap paling penting dalam setiap kegiatan, tak terkecuali, membangun radio komunitas. Perencanaan akan menentukan kemana arah radio hendak dibawa, untuk kepentingan siapa mereka ada, apa tujuan bersama yang hendak dicapai, dan sebagainya. Karenanya, sejak tahap perencanaan, warga komunitas sudah harus terlibat.

Tapi warga komunitas kan banyak jumlahnya? Apa semuanya harus ikut? Tentu saja tidak harus semua warga komunitas ikut merencanakan secara langsung. Bayangkan, betapa banyak uang, waktu, tenaga yang dibutuhkan untuk mengumpulkan seluruh warga komunitas yang jumlahnya bisa sampai ribuan orang.


Bagaimana caranya?
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk melakukan perencanaan secara partisipatif secara cepat, murah dan sederhana. Prinsip dasarnya, melibatkan secara langsung sebagian warga komunitas yang dianggap mewakili berbagai kepentingan atau kelompok dalam komunitas dalam perencanaan.

Caranya?
Mengundang mereka dalam pertemuan untuk menyampaikan harapan, pandangan, gagasan, atau permasalahan bersama yang sedang mereka dihadapi. Bisa juga dengan cara mewawancarai sejumlah orang yang dianggap mewakili komunitas untuk meminta pendapat mereka tentang radio komunitas. Cara lainnya, membuat jajak pendapat kepada warga komunitas. Masih ada cara lain? Banyak, dan bisa dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi komunitas setempat. Cara apapun yang dipilih, yang penting adalah membuka kesempatan kepada warga komunitas untuk ikut merencanakan radio komunitas.

Apa saja yang perlu direncanakan bersama?
Disadari atau tidak, setiap radio komunitas pasti mempunyai tujuan atau misi yang hendak dicapai. Jika setiap warga komunitas –melalui perwakilannya- terlibat aktif dalam menyusun tujuan radio, maka kemungkinan besar radio tersebut akan mampu mengakomodir kepentingan bersama, tidak hanya untuk pihak tertentu. Karena itu, yang perlu ditetapkan bersama adalah misi radio. Misi ini yang akan menjadi penentu isi siaran radio.
Contoh:
Misi Radio … adalah menjembatani komunikasi antar warga di Desa …

Apa saja pertimbangan menyusun program siaran?
Setelah misi ditetapkan, tahap selanjutnya adalah menerjemahkan misi tersebut dalam program siaran. Beberapa pertanyaan kunci yang harus dijawab adalah
1. Apa kebutuhan pendengar terhadap radio?
Beberapa pertanyaan bisa diajukan, misalnya:
a. Informasi apa saja yang mereka perlukan?
b. Bidang apa saja yang berkaitan dengan kepentingan mereka?

2. Apa yang diminati pendengar dalam siara radio?
Beberapa pertanyaan bisa diajukan, misalnya:
a. Jenis acara apa saja mereka gemari?
b. Bentuk hiburan apa yang mereka sukai?

3. Bagaimana kebiasaan warga komunitas mendengarkan radio?
Beberapa pertanyaan bisa diajukan, misalnya:
a. Kegiatan apa yang mereka kerjakan sambil mendengarkan radio?
b. Pada jam-jam berapa mereka biasa mendengarkan radio?
Jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut bisa dipakai untuk menyusun program siaran radio. Misalnya, berapa jam per hari radio akan siaran? Dari jam berapa sampai jam berapa? Jam berapa waktu yang paling banyak jumlah pendengarnya?
Bagaimana membagi jadwal acara?
Pada waktu jumlah pendengar paling banyak, bisa disiarkan program-program unggulan. Selain pertimbangan banyaknya jumlah pendengar, jenis program juga disesuaikan dengan kenyamanan pendengar.
Misal :
Kalau tengah malam tidak menyiarkan musik yang menghentak-hentak. Kalau acaranya gembira, musiknya jangan yang terkesan sedih.

Bagaimana menentukan nama acara dan sapaan pendengar?
Pendengar biasanya tidak akan mendengarkan semua acara, namun hanya memilih sebagian yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena itu mereka perlu dibantu untuk membedakan berbagai mata acara. Setiap jenis acara sebaiknya memiliki nama yang berbeda.
Prinsip :
1. Mudah diingat pendengar
2. Mudah diucapkan penyiar
3. Terdengar akrab dan menggambarkan sifat acara yang disiarkan
Bisa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat.
Jenis Nama Acara;
• Mengacu kegiatan pendengar : Malam Mingguan Di Radio….
• Mengacu lokasi : Saluran Informasi Warga Timbulharjo
• Mengacu waktu siar : Pagi Gembira
• Mengacu penyiar : Satu Jam Bersama Olan, dan sebagainya
Nama Penyiar
• Nama Asli : Dua kata atau lebih : Ninda Karisa, Rida Imara
• Nama panggilan : Satu atau dua kata, kadang diplesetkan : Bejo, Yuyun, Iwan SARKEM

Menentukan Sasaran Pendengar
Setiap acara sasaran pendengarnya berbeda. Masing-masing kelompok pendengar memiliki karakter yang berbeda, sehingga acara juga harus menyesuaikan dengan karakter mereka. Sasaran pendengar bisa dibagai menurut:
a. Umur : Anak-anak, remaja, dewasa, tua
b. Jenis Kelamin : Laki-laki, perempuan
c. Profesi Petani, Pedagang, Nelayan,
d. Selera Musik : Rock, Pop, Klasik, Lagu Daerah, Dangdut

3. MELAKUKAN SIARAN
a. Membuka siaran
Ucapkan salam, identitas radio (nama radio, frekuensi, lokasi), identitas penyiar, nama acara, dan waktu. Jika acaranya interaktif, undang keterlibatan penyiar

b. Mengakhiri siaran
Berpamitan kepada pendengar, ucapkan salam dan ingatkan kepada pendengar, kapan acara tersebut akan disiarkan kembali.

c. Bagaimana mengatur suara waktu siaran?
Bayangkan Anda sedang bicara dengan sahabat. Dari pribadi ke pribadi, seperti bercakap ramah diselingi “senyuman”. Bayangkan teman anda ada dalam jarak 1 meter. Suara yang baik adalah yang:
1. Jelas pengucapan kata-kata
2. Irama kata tidak monoton (membosankan)
Atur nafas:
Santai saat mulai siaran, tarik nafas panjang, posisi duduk tegak dan diam, hilangkan stress.

Artikulasi Jelas:
Rahang, bibir dan lidah tidak sakit dan terkunci sehingga bisa bergerak dengan leluasa

Mikrofon sebagai “benda hidup:
Ia merekam semua suara dalam studio/lapangan baik yang diinginkan ataupun tidak. Hindari bunyi lain yang bisa mengganggu suara penyiar.

Tekanan
Lakukan jeda nafas pada kata atau kalimat tertentu, beri tekanan suara : keras, lembut pada kata atau kalimat yang memerlukannya


d. Teknik Improvisasi
Improvisasi adalah ketrampilan penyiar berkomunikasi aktif saat siaran dan mengolah narasi inti siaran menjadi tuturan yang hidup di radio.

JENIS TEKNIK CARANYA
1. Dialog Komunikatif, (Heeh, Iya, Siip)
2. Jeda Pendek/2-4 detik, (Bernafas, Diam, Bunyikan Sesuatu)
3. Ekspresi perasaan, (Tertawa, tersenyum, menggeram, teriak)
4. Plesetkan/Selingan Kata, (Variasi istilah suku tertentu seperti Madura,
Menirukan suara binatang atau tokoh populer)
5. Penekanan Kalimat, Kata Pada Teks Yang Dibaca, (Vokal = naik, turun, sedang) (Vokal = manja, serius, loyo)
6. Sapaan/Imbuhan Akrab, (Halo, Hai, Lho, Nih, Donk, dan sebagainya)


Hargai SUARA ANDA!
Cara anda menyuarakan, lebih penting daripada isinya…
• Apakah kata/kalimat diucapkan dengan benar dan jelas?
• Apakah ada penekanan kata atau kalimat secara tepat?
• Apakah suara anda minim variasi, terlalu keras/lembut?

Jangan membaca di hadapan pendengar, bertuturlah:
• Buatlah garis besar apa yang hendak dibicarakan
• Tulis kata-kata kunci pada potongan kecil kertas
Mengucapkan beberapa kata terakhir dengan lembut
(Bila ingin menekankan sesuatu….saya…bicara dengan lembut)
Menggunakan jeda atau penghentikan sementara
(Bila ingin dapat perhatian, maka……… saya berhenti sejenak)
Mengeraskan atau memanjangkan suara pada kata-kata tertentu di awal, tengah atau akhir kalimat
(Bila ingin memberrrikan perhatian lebih, saya haaaaarruss….)

e. Tips bertutur di radio :
1. Kejelasan:
Bahasa yang sederhana, mudah dicerna dan diingat
2. Pengandaian:
Melukiskan sesuatu dengan kata, membuat illustrasi
3. Daya Tarik Emosi:
Menyentuh dimensi perasaan hati, menggugah hasrat
f. Olah Vokal
Vokal adalah bunyi bahasa yang dihasilkan alat ucap manusia selama udara yang dihembuskan paru-paru tidak ada halangan. Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas vokal seorang penyiar radio :
• Kejelasan ejaan
• Kecepatan bertutur
• Irama dinamis
• Ungkapan perasaan berbahasa
• Improvisasi pribadi dalam bersuara
• Konsentrasi dan keseriusan bersuara


g. Olah Tubuh
• Melenturkan otot dan bagian tubuh lain agar siap siaran. Caranya, dengan lari-lari kecil, gerakan kepala ke kiri dan kanan, Senam mulut : bibir meliuk, Senam mata melirik

h. Olah Rasa
• Membangun ikatan tiga rasa mendasar manusia : sedih, senang dan marah ke dalam irama suara. Caranya, membayangkan peristiwa asli saat membaca teks berita, membayangkan menjadi pelaku atau korban

i. Latihan
• Membaca dengan jelas huruf hidup : A, I, O, E, U
• Membaca kalimat berbentuk pertanyaan-gugatan dengan tekanan yang sama ketika seseorang sedang bertanya
• Membaca narasi pendek berisi kisah sedih atau gembira, berhenti saat nada tinggi, berteriak, menangis…..
• Berceritalah dengan keras didepan cermin, gunakan bibir dan lidah sesering mungkin dalam mengolah suara

j. Sumber-Sumber Kreatif :
• Pengalaman Pribadi
• Pengalaman Radio Lain
• Pengalaman Orang Lain
• Buku, Koran, Internet, dll.
• Tips Kreatif : 3 B (Suka : Baca, Berteman, Bepergian)


4. EVALUASI
Baik acara yang diproduksi individu maupun kelompok harus mendapatkan evaluasi yang meliputi kemasan acara (pembuka-penutup, efek dan kontrol suara, durasi), dan sisi materi acara (1) sumber interaksi, apakah peserta interaksi terseleksi dengan baik, merata (2) topik, sesuaikah dengan situasi nyata yang menjadi kebutuhan pendengar (3) pendekatan komunikasi, apakah satu arah-dua arah (4) aktor-aktor yang terlibat sudahkah memahami masalah dan mengkomunikasikannya dengan baik. Sementara selain evaluasi acara, evaluasi keberadaan stasiun juga perlu dilakukan.

Menurut Cloin Fraser, kajian yang dilakukan pada pendengar adalah wujud pembuktian mereka selaku pemilik radio komunitas. Kajian dengan cara jajak pendapat atau wawancara mendalam meliputi pertanyaan :
1. Apakah stasiun radio tersebut sudah dipandang sebagai sumber informasi bagi komunitas
2. Materi informasi apa saja yang disukai dan bagaimana tingkat kergantungan atas sajian materi itu
3. Apa yang selalu diperbuat pendengar sesudah memperoleh informasi itu
4. Bagaimana kecakapan penyiar
5. Apa saja saran warga komunitas untuk perbaikan dan pengembangan.

EVALUASI ACARA SIARAN
Jenjang Evaluasi
1. Per-Acara (Sebaiknya dilakukan langsung usai acara disiarkan), melibatkan penyiar, pengisi acara, pendengar*)
2. Per-Divisi (Divisi musik/berita, dilakukan mingguan/bulanan), melibatkan kepala divisi, para staf pelaksana program divisi
3. Antar-Divisi (Evaluasi menyeluruh, dilakukan bulanan/tahunan), melibatkan seluruh pengelola radio

Tujuan
1. Mengukur kekurangan materi dan kemasan acara
2. Mengukur disiplin dan kreatifitas pelaksana acara
3. Mengukur dampak acara (reaksi pendengar)

RuangLingkup
Makro :
¨ Konsistensi perencanaan dengan pelaksanaan seluruh acara
¨ Pencapaian dampak acara terhadap pendengar dan pengiklan
¨ Perencanaan strategi dan bentuk acara bulan berikutnya
Mikro :
¨ Kemasan acara (durasi, penelepon, operasionalisasi peralatan)
¨ Materi acara (evaluasi target penyampaian, kendala dan peluang)
¨ Penyiar/Pemandu (vokal, sikap etis-berimbang, improvisasi)

Proses Evaluasi Mendengarkan terlebih dahulu paket acara yang disiarkan
• Analisis isi acara (materi yang tersampaikan, kecakapan pengisi)
• Analisis kemasan acara (pemanduan, kualitas audio, durasi)
• Pembenahan dan rencana pengembangan acara selanjutnya


MATERI TAMBAHAN
Metoda Penyusunan Term Of Reference (TOR)
Dalam penulisan atau penyusunan Term of Reference (TOR) harus memperhatikan, berisi atau memuat beberapa hal penting. Penyusunan Tor juga ditentukan dengan bentuk kegiatan atau pekerjaan yang akan dilakukan. Kegiatan tersebut misalnya untuk pelaksanaan kegiatan penelitian, workshop atau kegiatan lainnya. Dalam penyusunan TOR, misalnya untuk kegiatan workshop bisanya berisikan beberapa diantaranya :
1. Pendahuluan
Bagian ini berisi tentang latar belakang kegiatan yang direncanakan atau permasalahan yang akan diangkat dalam suatu kegiatan kerja atau penelitian.

2. Agenda
Bagian ini memuat tentang barbagai tujuan dari akan diadakannya suatu kegiatan atau pekerjaan yang akan dijalankan.

3. Target
Pada bagian ini, ToR berisikan tentang hasil yang akan dicapai, persiapan yang perlu dilakukan serta tim yang diharapkan akan menjalankan program.

4. Waktu
Adalah waktu pelasanaan kegiatan, Misalnya kegiatan akan dilakukan pada tanggal…..bulan…..tahun….

5. Tempat
Lokasi akan dilakukannya kegiatan tersebut, apakah kegiatan akan dilakukan di hotel, di wisma atau lokasi lain. Pemberitahuan tempat menjadi sangat penting, karena bagi peserta untuk menemukan lokasi/tempat yang telah ditentukan.

6. Peserta/ pelaksana
Adalah pihak yang akan mengikuti atau menjalankan suatu kegiatan yang telah ditentukan tersebut
7. Akomodasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar